Rabu, 07 Maret 2012

Paradigma Administrasi Publik

Paradigma 3

Administrasi Negara Sebagai Ilmu Politik (1950-1970)

Dalam Periode sejak akhir tahun 1930-an timbul kritik-kritik tajam terhadap administrasi publik, seperti yang dilontarkan Herbert Simon. Akibatnya, administrasi publik mundur ke dalam disiplin induknya, yaitu ilmu politik. Pengaruh dari gerakan mundur ini berupa pembaharuan definisi mengenai Locus yang ditimpakan pada birokrasi pemerintah, tetapi dengan melepaskan hal-hal yang berkaitan dengan Focus.
Periode ke tiga ini dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk meninjau kembali segala jalinan konseptual antara administrasi publik dan politik. Konsekuensi dari usaha ini hanya menciptakan lorong studi, yang pada akhirnya dalam pengertian Focus analitis, mengarah pada keterlampilan belaka. Karena itu, tidak mengherankan jikatulisan-tulisan mengenai administrasi publik pada kurun 1950-an hanya berbicara tentang penekanan atau penonjolan satu wilayah kepentingan, bahkan sebagai sinonim dengan ilmu politik. Periode ini ditandai penekanan Locus, yaitu pada birokrasi pemerintahan. Sedangkan tulisan-tulisan berusaha mengkaitkan administrasi publik dengan ilmu politik.

Sumber Buku : Administrasi Publik/ Dr. H. Sukidin, Mpd, Damai Darmadi. 2011



Paradigma 3

Administrasi Negara Sebagai Ilmu Politik (1950-1970)

Kritik pada paradigma 1 dan 2 telah memaksa administrasi negara kembali ke induk disiplinnya yaitu ilmu politik dengan locus pada birokrasi pemerintahan tetapi fokusnya kurang begitu jelas karena terbaur dengan ilmu politik.
Pada periode paradigma inilah merupakan suatu upaya untuk merajut kembali hubungan konsepsial antara administrasi negara yang telah kehilangan identitasnya yang utama karena ruang lingkup, tekanan, dan pengertiannya identik dengan ilmu politik. Usaha keras dan lama untuk mempunyai jati diri sebagai suatu bidang studi tersendiri seolah-olah hilang begitu saja. tetapi kemudian mulai tahun 1962-1967 para ahli ilmu politik kurang tertarik minatnya pada administrasi negara sehingga terasa administrasi negara mulai kehilangan lagi hubungannya dengan ilmu politik. namun demikian ada perkembangan menarik pada periode tahun 1956-1970 yaitu upaya administrasi negara untuk mencari dan menemukan jati dirinya lagi.

Sumber Buku: Pengantar Ilmu Administrasi/ F.I.A UNIBRAW. 2010



Paradigma 3

Administrasi Negara Sebagai Ilmu Politik (1950-1970)

Pada masa ini Administrasi negara telah berkembang sebagai bagian dari ilmu politik. hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu Politik
  1. Hubungan antara administrasi negara dan ilmu politik telah berjalan lama, karena secara praktis tidak ada batas yang tegas antara politik dan administrasi.

  2. Orientasi politik dalam studi administrasi negara meletakkan administrasi negara sebagai satu elemen dalam proses pemerintahan. Administrasi negara dipandang sebagai satu aspek dari proses politik dan sebagai bagian dari sistem pemerintahan.

  3. Munculnya dikhotomi politik-administrasi sebenarnya merupakan gerakan koreksi terhadap buruknya karakter pemerintah.

  4. Dalam perkembangannya, orientasi politik dalam studi administrasi negara di kombinasikan dengan orientasi manajerial yang dikenal dengan orientasi politik-manajerial, dan orientasi sosio-psikologis yang dikenal dengan orientasi politik-sosio-psikologis.


    Sumber Buku: Metode Riset Ilmu Administrasi/ Husein Umar. 2004



    Paradigma 3

    Administrasi Negara Sebagai Ilmu Politik (1950-1970)

    Tokoh : Nicholas Henry
    • Menurut HERBERT SIMON ( The Poverb Administration ) à Prinsip Managemen ilmiah POSDCORB tidak menjelaskan makna “ Public” dari “public Administration “ menurut Simon bahwa POSDCORB tidak menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh administrator publik terutama dalam decision making. Kritik Simon ini kemudian menghidupkan kembali perdebatan Dikotomi administrasi dan Politik
    • Kemudian muncullah pendapat Morstein-Mark ( element Of Public Administration yang kemudian kembali mempertanyakan pemisahan politik san ekonomi sebagai suatu hal yang tidak realistik dan tidak mungkin
    • Kesimpulannya Secara singkat dapat dipahami bahwa fase Paradigma ini menerapkan suatu usaha untuk menetapkan kembali hubungan konseptual antara administrasi saat itu, karena hal itulah administrasi pulang kembali menemui induk ilmunya yaitu Ilmu Politik, akibatnya terjadilah perubahan dan pembaruan Locusnya yakni birokrasi pemerintahan akan tetapi konsekuensi dari usaha ini adalah keharusan untuk merumuskan bidang ini dalam hubungannya dengan focus keahliannya yang esensial. Terdapat perkembangan baru yang dicatat pada fase ini yaitu timbulnya studi perbandingan dan pembangunan administrasi sebagi bagian dari Administrasi negara.



    Paradigma 3

    Administrasi Negara Sebagai Ilmu Politik (1950-1970)

    Keyakinan bahwa politik dan administrasi adalah
    satu perkembangan adm.publik agak terhambat, mengalami krisis identitas.
    Muncul dua perkembangan baru:
    1. Meningkatnya penggunaan studi kasus sebagai instrumen epistemologi, dan
    2. Lahirnya studi perbandingan dan administrasi pembangunan sebagai sub bidang kajian Administrasi Publik
    Sumber Slide Ppt : Sejarah Perkembangan Ilmu Administrasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar